Bunda Sheila Literasi Tidak Bisa Lepas dari kehidupan Sehari hari

Bunda Sheila : Literasi Tidak Bisa Lepas dari kehidupan Sehari-hari

 

Bacaan Lainnya

Www.mediahumaspolri.com || oku timur Sumsel

 

Bupati OKU Timur yang diwakili oleh Asisten III Sutrisno, S.E., M.M. memimpin Rapat Koordinasi Tim Sinergi dengan Bunda Literasi Kabupaten OKU Timur tentang Transformasi Perpustakaan dan Arsip Berbasik Inklusi Sosial dengan OPD Terkait Tahun 2023.

 

Rapat yang diselenggarakan di Aula Bina Praja II ini turut dihadiri Bunda Literasi OKU Timur dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes. dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Dr. Sopian Hadi, S.E., M.M. Selasa, 31 Januari 2023.

 

Dalam kesempatan ini, Bunda Literasi dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes. mengatakan bahwa literasi tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari, baca tulis merupakan tingkatan literasi yang paling rendah, dan tingkat yang paling tinggi adalah dari baca kemudian memahami, kemudian menganalisa dan bisa menerapkan isi buku yang dibaca menjadi suatu produk barang atau jasa.

 

“Itu semua merupakan hasil dari literasi, dan inilah perpustakaan berbasis transformasi inklusi sosial, artinya kita harus bisa merubah paradigma masyarakat bahwa perpustakaan bukan hanya tempat untuk membaca buku.” Jelas Bunda Literasi.

 

Bunda Sheila menyadari bahwa kurangnya penggiat literasi di Kabupaten OKU Timur. Untuk itu, beliau meminta kepada OPD terkait agar dari siswa pelajar hingga mahasiswa dapat dijadikan komunitas penggiat literasi.

 

“Saya sempat bertemu dengan Forum Anak dan Forum OSIS, mereka ini luar biasa memiliki energi yang banyak, untuk itu saya meminta agar Forum Anak, Forum OSIS dan Mahasiswa dijadikan Komunitas dan Penggiat Literasi dan sekolah-sekolah memiliki club-club membaca.” Ucapnya.

 

Bunda Sheila menceritakan rencananya untuk menyelenggarakan roadshow tentang bahaya narkoba yang akan bekerjasama dengan BNN dan tentang perundungan/bullying terhadap anak, “Untuk itu, saya meminta data dari Diknas sekolah mana yang sering terjadi perundungan, agar kegiatan ini tepat sasaran.” Tutur Bunda Sheila.

 

Selain itu, Bunda Sheila mengutarakan keinginannya untuk diadakannya perlombaan perpustakaan desa dan perpustakaan sekolah, hal ini bertujuan agar perpustakaan sekolah dan desa tergerak untuk merevitalisasi perpustakaannya masing-masing, “Tahun ini kita siapkan prosedurnya, semoga tahun depan sudah terlaksana.” Imbuhnya.

 

Di akhir sambutannnya, Bunda Sheila mengajak para peserta rapat untuk menyalurkan ilmu keterampilan kepada masyarakat melalui Rumah Ilmu PKK, “Kita memiliki sekitar 56 alumni kelas menjahit, kita juga punya kelas mengaji, kelas memasak dan lainnya, untuk itu, jika Bapak/Ibu memiliki keahlian, bisa menyalurkan ilmunya melalui Rumah Ilmu PKK.” Jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Dr. Sopian Hadi, S.E., M.M. dalam sambutannya menyampaikan bahwa perlunya dukungan kepada pihak-pihak yang terlibat sehingga program Transformasi Perpustakaan dan Arsip Berbasis Inklusi Sosial ini sukses.

 

Transformasi Perpustakaan dan Arsip Berbasis Inklusi Sosial itu, dikatakan lebih lanjut oleh Sopian, adalah orang mambaca buku tentang apa saja kemudian mempraktekkannya di kehidupannya. Misalnya bagaimana membuat kerajinan, baca bukunya terapkan, dampaknya kesejahteraan keluarga menjadi meningkat.

 

MHP

Ril/Apri okut

Pos terkait