Kecamatan Kuala Kab Nagan Raya, Gelar “BASUH” di Masjid Baitul Izzah.

  • Whatsapp

Kecamatan Kuala Kab Nagan Raya, Gelar “BASUH” di Masjid Baitul Izzah.

Media Humas Polri | Suka Makmue – Pemerintah Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya gelar kegiatan Barisan Subuh (Basuh) perdana di Mesjid Baitul Izzah, komplek Pesantren Abu Manaf, Gampong Ujong Patihah, kecamatan setempat, Minggu, (28/11/2021) jam 5 dini hari.

Bacaan Lainnya

Kegiatan shalat subuh secara berjamaah dan bergilir dalam Kecamatan Kuala tersebut, dilaksanakan setelah adanya seruan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Ir. H. Ardimartha beberapa waktu lalu yang ditujukan kepada para camat dalam kabupaten setempat untuk mengadakan kegiatan subuh keliling.

Sekda Nagan Raya, Ir. H. Ardimartha saat menghadiri kegiatan Basuh tersebut, berharap agar semua kecamatan dapat membuat gerakan Basuh. Menurutnya kegiatan ini sangat besar manfaatnya yakni disamping untuk melaksanakan ibadah juga bisa memperkuat tali silaturrahmi antara sesama masyarakat dan juga bisa menjadi jembatan penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Pungkas Ardimartha.

“Kegiatan ini juga sebagai bagian mewujudkan visi dan misi “Agama Tapeukong Budaya Tajaga” yang merupakan slogan dari pemerintah Jamin Idham – Chalidin Oesman,” Ardimartha menambahkan.

Selain Sekda, Ardimartha juga ikut hadir Asisten I Setdakab Nagan Raya Zulfika, SH, unsur SKPK, Camat Kuala, T. Raja Itam, S.Pd, Camat Seunagan, Saiful Bahri SH, jamaah dayah setempat dan anggota Basuh lainnya.

Pada kesempatan itu, Tgk Syahwaludin, MA dalam tema Tausyiahnya menyampaikan Kebenaran telah datang maka kebatilan akan hilang.

“Kita ketahui bahwa saat fathul mekkah rasulullah memasuki ka’bah dan memerintahkan para sahabat untuk menghancurkan 360 berhala yang berada di dalamnya seraya membacakan surat al-isra’ ayat 81 : “dan Katakanlah Muhammad bahwa telah datang kebenaran dan telah hilang kebatilan, sungguh kebatilan pasti akan lenyap,” terangnya.

Tgk. Syahwaluddin menyebutkan, tapi taukah kita bahwa takluknya kebatilan di Mekkah itu tidak datang serta merta, datang dengan cuma-cuma tetapi melalui perjuangan yang panjang dan berat. Butuh 23 tahun Nabi dalam memperjuangkan kebenaran, Nabi pernah dicaci maki, disakiti, diboikot, mau dibunuh dan puncaknya adalah Nabi terusir dari Negerinya sendiri. Tapi dengan Iman, Ilmu dan Kesungguhan dalam dakwah, Allah berikan kemenangan dan Allah lenyapkan kebatilan

Dari sejarah ini bagi kita para da’i bisa memetik pelajaran berharga bahwa Kebenaran harus diperjuangkan dangan sungguh2 baru kemudian kebatilan akan lenyap.

Maka ketika kita ingin daerah kita diterangi oleh nilai-nilai kebenaran sudah seharusnya kita berani untuk menyampaikan kebenaran dimana ada kemungkaran berada, senantiasa mengumandangkan panggilan azan dimasjid2 yang ada, bacakan ayat, hadits2, nasehat2 ulama kepada seluruh masyarakat, sekali dua kali kita sampaikan mungkin ada yang menolak, mencaci, memaki atau bahkan mengusir dakwah kita tapi Atas kehendak Allah maka tidak ada dakwah yang sungguh2 dilaksankan yang sia2.

Bukankah Allah berfirman Surat al ankabut 2-3 :

2.Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman,” sementara mereka tidak diuji lagi?

3. Dan sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Maka, Allah pun betul-betul mengetahui orang-orang yang benar dan Dia betul-betul mengetahui orang-orang yang berdusta. Tutup Tgk. Syahwaluddin.

Adapun pengurus Barisan Subuh (BASUH) Kecamatan Kuala ;

Pembina,
1. Tgk Cut Man SE.
2. Tgk Syahwaludin MA
3. Tgk Syafari ali
4. Tgk Iwan Gustiawan S. Sos
5. Tgk Syafrudin S.Pd.I
6. Tgk Muhammad Syahril

Ketua : Baihaki
Sekretaris : Tgk faisal
Humas : Tgk Muhammad Zulfata
Mediasi : Riski dan Anggota lainnya.

(Sofian HS MHP Barsela/DISKOMINFOTIK NR)

Pos terkait