Milyaran Rupiah Proyek Di Dinas Sumber daya Air Upt Kualuh Barumun Sumut menjadi Sorotan Tajam.

Milyaran Rupiah Proyek Di Dinas Sumber daya Air Upt Kualuh Barumun Sumut menjadi Sorotan Tajam.

Media Humas Polri >Labuhan batu raya .
Jumat (17/9/21)
Beberapa Proyek bernilai Milyaran rupiah Di Dinas Sumber daya Air Cipta karya dan tata ruang Upt pengelolaan irigasi Kualuh barumun Sumatera Utara mulai jadi Sorotan Tajam publik terkait hasil dari pelaksanaan kegiatan proyek yang dinilai beberapa elemen masyarakat yang sering memantau kegiatan ini dinilai cacat mutu.

Bacaan Lainnya

Sejak dipimpin kepala Dinas upt I Wijaya Asrini St Mt yang menaungi beberapa kegiatan luncuran paket proyek Dinas Sumber daya Air Cipta karya ini banyak terjadi permasalahan permasalahan dilapangan baik dalam pelaksanaan tekhnis kegiataan yang mulai terendus ada aroma dugaan KKN terhadap pekerjaan proyek proyek di dinas terkait .

Salah satunya adalah Proyek Pembangunan infrastruktur penanganan banjir dan Pengaman sungai sepanjang 2.500.meter di sungai Aek.kanopan desa sukaramai kecamatan Kualuh hulu Kabupaten Labura Sumatera Utara yang disebut sebut penuh misteri
.
Pekerjaan proyek yang dinilai cacat mutu dan kurang bermanfaat ini diketahui hanya mendirikan satu plank proyek saja dengan anggaran sebesar Rp.2. 207.893.523.Pelaksana oleh Cv Busimor Engineering.
Kegiatan ini diduga telah melanggar bestek atas kesepakatan kontak kerja baik mutu hingga jadwal waktu yang telah ditentukan dan sudah berakhir kanis tgl 16/09.2021.
Namun kegiatan proyek berlangsung terus tampa ada teguran keterlambatan jadwal akibat memakai alat Beki mesin tua. diyakini nantinya proyek ini akan dilakukan pencairannya dengan berita acara pekerjaan yang baik ,berlawanan dengan hasil nyata dari kondisi finishingnya pemeriksaan hasil sebenarnya proyek ini dilapangan.

Hasil investigasi beberapa temuan di lapangan proyek Senin (13/09) ditemui kondisi hasil pembangunan infastruktur pengendalian banjir dan pengaman sei Aek kanopan terdapat beberapa kejanggalan seperti Volome pondasi bawah ,kedalaman kerukan sungai ,tinggi badan bangunan yang dibuat bervariasi serta lebar atas bangunan yang juga bervariasi volyme meterannya.

Naifnya lagi, material yang di jadikan bahan benteng pengaman sungai kebanyakan menggunakan pasir urukan sungai yang mudah dan mulai terkikis di bawa arus air

Menyampaikan warga penduduk pinggiran sungai Aek kanopan Titi payung Ngatimin (36 tahun) Kamis di kediamannya, kami heran melihat kegiatan beranggaran milyaran ini yang asal asalan dan kurang bermanfaat.yang pasti kami warga disini sangat kecewa dengan kegiatan ini yang jarang di awasi oleh dinas PU air sampai hari inipun kerjaan ini belum siap bahkan kerjaannya melompat lompat dan asal jadi bahkan ada keanehan dalam kerjaan ini sepertinya ada satu sub bidang kegiatan lagi yang disembunyikan publikasinya tapi plank proyeknya dipasang cuma satu kan mencurigakan.
Kami disini siap meneken rasa keberatan nantinya bila proyek seperti ini hasilnya diterima. Pungkas Ngatimin serius.

Menerangkan kondisi lapangan ini utusan pengawas dari Dinas pu air Rantau prapat Tarmin Selasa (07/09) lalu di lokasi proyek, memang seperti inilah kondisi hasil kegiatan itu saat ini kalaupun ada kekurangan kita sudah melakukan tambahan nya di atas.
Masalah jadwal nanti akan dilakukan adendum karena bencana banjir.
Masalah alat berat excavator Bekonya jauh jauh hari sudah saya ingatkan untuk mengganti dengan alat yang sehat agar tidak terjadi kendala kerja dilapangan.

Ketika permasalahan buruknya hasil proyek dan jadwal masa kegiatan telah berakhir dipertanyakan kepada Kadis Upt Kualuh Barumun Rantau Prapat Wijaya Hasrimi, St, Mt melalui WA nya Kamis (16/09) tidak membalas. (Sofyan).

Pos terkait