Pastor Lukas TB Sitepu Basuh Kaki Jemaat Katolik SPM Kabanjahe Pada Perayaan Kamis Putih

Media Humas Polri // Tanah Karo

RP (Reverendus Pater) Lukas Taruna Boy Sitepu, SS.CC, membasuh kaki 12 (Dua Belas) orang utusan jemaat Katolik Stasi Induk Paroki Santa Perawan Maria (SPM) Diangkat Ke Surga, Kabanjahe, Kamis, (6/4/2023) di Gereja Katolik Jln Letnan Rata Perangin angin, No. 13 Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumut.

Bacaan Lainnya

Aksi pembasuhan kaki itu dilakukan dalam rangka rangkaian awal perayaan Tri Hari Suci, yakni “Kamis Putih” sebagai simbol implementasi kasih dalam sikap melayani sesama tanpa membedakan status. Hal ini juga telah dilakukan Yesus Kristus pada zamannya terhadap 12 (Dua Belas) Muridnya pada saat Perjamuan Terakhir.

Pada kesempatan itu, Pastor asal Paroki SPM itu menekankan jemaat agar memetik makna perayaan Kamis Putih untuk saling mengasihi ke sesama. Makna itu merupakan perintah ataupun pesan dari Yesus jelang mengakhiri masa kemanusiannya di bumi saat perjamuan terakhir.

Masih kata pastor dalam kotbahnya, pesan terakhir ini, telah tersurat dalam Injil Yohanes 13:34, berbunyi “Aku memberi perintah baru kepadamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi : sama seperti aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu saling mengasihi”.

Suasana perayaan kamis putih pun semakin terharu, karena Imam Katolik kelahiran Kota Kabanjahe yang bertugas di Keuskupan Agung Medan itu mengisahkan sedikit perjalanan hidupnya. Dirinya menjadi seorang Pastor dilatar belakangi fakta Kasih dan meninggalkan keduniaan.

Dijelaskan, sebelumnya dirinya kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta mengambil jurusan Tehknik Mesin. Setelah wisuda, dirinya sempat bekerja selama 4 (empat) tahun di salah satu perusahaan dengan gaji yang memadai. Namun, sebuah rancangan yang indah sesuai firman Tuhan menjadikannya sang pelayan Tuhan (Pastor).

“Mengamalkan kasih merupakan syarat mutlak untuk memetik rancangan indahnya. Justru itu, mulai saat ini ke depan mari betul betul saling mengasihi ke sesama manusia tanpa memandang latar belakang seseorang,” tutup pastor.

Amatan wartawan, acara perayaan Kamis Putih dimulai pukul 19.00 Wib dan diwarnai persembahan lagu lagu rohani oleh gabungan paduan suara didominasi Paduan Suara (PS) Regina Caeli, Elsa Cantare dan Gita Nada.

Usai melakukan perayaan di dalam gereja, pastor bersama jemaat berjalan berarakan keluar menuju Gua Maria melakukan acara Teguran (Berjaga jaga). Perayaan selesai Pukul 00.00 Wib. (Lamhot Situmorang – Komsos SPM).

Pos terkait