Pemkab Bojonegoro Menghimbau Masyarakat Cegah Sinusitis dan Polip Hidung

Bojonegoro // Mediahumaspolri.com

Pemkab Bojonegoro terus berupaya mendorong kualitas kesehatan masyarakat. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro, dan RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, Pemkab mengajak masyarakat untuk mencegah penyakit sinusitis dan polip hidung. Ajakan itu salah satunya dilakukan lewat program radio SAPA! (Selamat Pagi!) Malowopati FM, edisi Rabu (10/5/2023).

Bacaan Lainnya

Dipandu penyiar Lia Yunita, SAPA! Malowopati FM menghadirkan narasumber dr. Sucipto Priyo Utomo, Sp.T.H.T-Kl, Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan, Bedah Kepala Leher di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Siaran SAPA! Malowopati dapat diikuti secara live YouTube Malowopati Radio dan interaksi langsung melalui nomor WhatsApp 08113322958.

Menurut dr. Sucipto sinusitis merupakan masalah kesehatan yang cukup umum terjadi di masyarakat. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang karena gejala yang ditimbulkannya. Sinusitis adalah kondisi rongga di kepala yang disebut sinus paranasal mengalami peradangan atau inflamasi. Sinus paranasal memiliki beberapa fungsi utama, antara lain agar kepala tidak berat karena padat, menyaring udara yang masuk, dan menggemakan suara.

Lebih lanjut dr. Sucipto menjelaskan bahwa gejala sinusitis dapat berupa hidung tersumbat, hidung berair, dan nyeri di wajah atau kepala. “Penyakit hidung seperti sinusitis, pilek, flu, dan COVID-19 yang sempat booming kemarin dapat menyebabkan gejala serupa, gejala umumnya seperti hidung berair, hidung tersumbat, bersin, maupun batuk,” terangnya.

Terkait peradangan pada bagian hidung, terdapat juga pringitis, rhinositis, dan rhino-sinusitis. Pringitis merupakan peradangan pada tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, yang menyebabkan sakit tenggorokan, demam, dan batuk. Sedang rhinositis adalah kondisi di mana saluran hidung mengalami peradangan atau inflamasi, yang menyebabkan hidung berair, hidung tersumbat, dan bersin-bersin.

Sementara itu, rhino-sinusitis adalah kondisi yang lebih besar dan lebih berat dibanding sinusitis, pringitis, dan rhinositis. Kondisi ini biasanya disertai mukosa hidung yang lebih kental dan berwarna serta disertai nyeri kepala.

Jika tidak diobati, sinusitis dapat berkembang menjadi komplikasi serius, seperti polip hidung. Dan jika dibiarkan dapat menyebabkan infeksi mata, kerusakan tulang dan kulit, dan sebagainya.

Polip hidung adalah pertumbuhan abnormal pada mukosa hidung yang dapat menyebabkan penyumbatan atau obstruksi saluran pernafasan di hidung secara permanen. Polip disebabkan pengumpulan mukosa yang meradang dan mengakibatkan penonjolan seperti daging. Dampaknya bisa menyebabkan sesak napas, gangguan tidur, dan berdengung pada telinga. Visualnya, polip terlihat seperti lemak yang berkumpul.

dr. Sucipto mengatakan, sinusitis dan polip hidung dapat terjadi di semua rentang usia. “Segala usia dapat berisiko terserang sinusitis maupun polip hidung, tergantung faktor penyebabnya,” jelasnya.

Berikut faktor penyebab sinusitis dapat dikategorikan dalam tiga aspek:

1. Host, yaitu manusia.
Penderita atau pasien harus memiliki kekebalan tubuh yang kuat, menjaga kebersihan diri, serta berpikir positif agar terhindar dari penyakit sinusitis.

2. Agent, yaitu objek dari luar.
Penyakit sinusitis dapat disebabkan faktor luar seperti virus, bakteri, atau jamur. Beberapa jenis bakteri yang dapat menyebabkan sinusitis adalah streptococcus, staphylococcus, dan hemophilus influenza. Pada beberapa kasus, dicegah/dikurangi dengan pemberian vaksin.

3. Environment atau lingkungan.
Udara yang dingin, berasap, serta kelembaban yang tinggi merupakan beberapa faktor lingkungan yang dapat memicu terjadinya penyakit sinusitis. Orang yang tinggal di daerah dengan curah hujan tinggi juga lebih rentan terkena sinusitis.

Pengobatan sinusitis, lanjut dr Sucipto, tergantung pada kondisi dan tingkat keparahan, Tetapi bisa meliputi pengobatan medis atau operasi. Ada beberapa cara untuk mencegah atau mengurangi risiko sinusitis, termasuk menjaga kebersihan dan kesehatan diri, menghindari faktor risiko seperti udara dingin atau berasap, dan menghindari paparan alergen atau iritan.

Salah satu cara pembersihan hidung yang benar dan aman adalah dengan menggunakan cairan isotonis, namun harus dengan konsentrasi yang tepat dan sesuai dengan cairan tubuh.

Gejala flu ataupun batuk pilek yang berlangsung lebih dari satu minggu, lanjut dia, dapat menjadi tanda-tanda awal sinusitis. Kondisi ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu sinusitis akut dan sinusitis kronis. Durasi sinusitis akut terjadi selama 1-3 bulan, dan durasi sinusitis kronis lebih dari 3 bulan. Pada kondisi akut, sangat penting untuk mencegah terjadinya kondisi kronis. Oleh karena itu, perawatan medis diperlukan untuk mengobati sinusitis dan mencegah komplikasi yang lebih parah.

“Penting bagi kita untuk mengenali gejala awal sinusitis dan segera mencari pengobatan medis yang tepat untuk mencegah terjadinya kondisi yang lebih serius di masa depan. Deteksi dini adalah kunci utama dalam mengatasi kondisi ini,” kata dr. Sucipto. (Kang yon)

Pos terkait