TERHENTINYA PEMBANGUNAN JEMBATAN SILUMAN ALIAS JEMBATAN ANAK TIRI DESA MAROK TUA KEC. SINGKEP BARAT 22 September 2021

TERHENTINYA PEMBANGUNAN JEMBATAN SILUMAN ALIAS JEMBATAN ANAK TIRI DESA MAROK TUA KEC. SINGKEP BARAT
22 September 2021

mediahumaspolri.com, Kab. Lingga KEPRI – NURDIN Selaku Kepala Desa Marok Tua Kecamatan Singkep barat kab. lingga sangat menyayangkan pembangunan jembatan putus di tengah jalan

Bacaan Lainnya

Sedianya rencana awal akan di ubah menjadi jembatan Permanen Oleh Allias Wello Bupati lingga sewaktu menjabat sebagai Bupati lingga, namun sayang rencana tersebut terhenti dengan alasan yang tidak jelas

” Saya Selaku kepala Desa Marok Tua mewakili masyarakat desa, sangat mengharapkan kelanjutan jembatan ini kepada Bapak Bupati lingga dan Bapak Gubernur provinsi untuk dapat segera membangun jembatan yang di sebut anak tirikan, karna jembatan anak tiri  merupakan pusat jantung Desa Marok Tua ” papar Nurdin. 21/09/2021

Pembangunan jembatan baru tahap pertama dan tahap kedua belum terlaksana, yang seharusnya pembangunan tahap kedua tahun 2021 ini sudah bisa terealisasikan

Di jelaskan oleh Nurdin selaku kepala desa  Marok Tua bahwasanya jembatan siluman ini merupakan akses vital penghubung ke ibu kota yang paling di butuhkan masyarakat Desa yang berjumlah cukup banyak bahkan diperkirakan ribuan jiwa penduduk setempat

menjawab pertanyaan dari awak mediahumaspolri.com

” berdasarkan data yang ada sekitar 724 KK yang mendiami Desak Marok Tua pada umumnya mengunakan jembatan siluman alias anak tiri, bila kita mau ke ibu kota Dabo dan kabupaten lainnya ” ungkap Nurdin

Masyarakat Desa Marok Tua berharap aspirasi dan jeritan hatinya dapat di Dengar oleh Bapak Bupati dan Bapak Gubernur Provinsi Kepri Pak Anzar, agar supaya proyek pengerjaan jembatan tersebut dapat segera di lakukan

Nurdin mengisahkan bahwa sebelumnya Desa Marok Tua memang suda ada jembatan kayu  sejak lama yang terhubung dengan Akses Ibu kota akan tetapi sering kali Roboh, terlebih dikarnakan faktor Alam seperti angin puting beliung selalu terjadi di desa Marok Tua, yang mengakibatkan rusaknya jembatan kayu tersebut

” Masyarakat setempat juga sering melakukan perbaikan jembatan tersebut, namun karna jembatan terbut dari kayu akhhirnya mudah roboh dan lagi pula setiap perbaikan membutuhkan dana yang cukup besar apalagi kondisi saat ini, adapun dana Desa (DD)  sudah banyak di Anggarkan untuk Bantuan Tunai Lasung (BLT) pada saat pandemi Convid-19 saya rasa kecil kemungkinan Anggaran Dana Desa (DD) bisa bisa di Anggarkan untuk kebutuhan merenovasi jembatan kayu tersebut ”  papar Nurdin

Nurdin menambahkan ” untuk masyarakat yang akan menyeberang dengan tujuan ke ibu kota, satu satunya cara adalah mengunakan pompong yang di rakit mengunakan Drom, untuk mengangkut penumpang serta kenderaan khususnya roda dua namun untuk roda empat tidak bisa lewat dikarenakan daya tampung dan bobot yang tidak sesuai belum ditambah dengan resiko keselamatan dari warga itu sendiri, karena kita tahu kalau pompong yang di rakit dengan Drom sangat tidak layak untuk digunakan

Inilah yang menjadi kegelisahan masyarakat terhadap kondisi saat ini yang masih terkatung – katung, masih belum jelas arah dan kejelasan dari proyek jembatan penghubung tersebut

” Sekali lagi kami mohon kepada Bapak Bupati dan Bapak Gubernur Anzar Ahmad, agar dapat mendengar jeritan hati nurani masyarakat kami, dan salah satu yang menjadi kekhawatiran kami yang paling utama adalah di saat warga yang sedang sakit parah dan harus rujuk ke Rumah Sakit Dabo Singkep, namun disaat posisi Air lagi keadaan surut dan pompong tidak bisa di gunakan untuk menyeberang, hal ini lah yang menjadi bertambahnya beban derita dan nestafa karena nyawa menjadi taruhan, saya mewakili masyarakat Marok Tua meminta kepada Bapak Bupati Lingga dan Bapak Gubernur provinsi Kepri agar dapat segera membangun kembali jembatan siluman alias jembatan anak tiri sebagai satu satunya jalan akses ke ibu kota dan kabupaten agar masyarakat dapat melakukan aktifitas sebagaimana mestinya” pungkasnya.

(Andi Amiruddin)

Pos terkait