PKBM di Aceh Utara di Duga Manipulasi Dapodik

PKBM di Aceh Utara di Duga Manipulasi Dapodik

Aceh Utara – Mediahumaspolri.com | Jumlah warga belajar (WB) di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Harapan Pertiwi diduga dimanipulasi untuk meraup keuntungan dari anggaran bantuan operasional pendidikan (BOP).

Bacaan Lainnya

PKBM yang dipimpin oleh M.Syahril,SE yang sekaligus merangkap sebagai kepala sekolah diduga telah mengelabui Kementerian Pendidikan dengan melakukan manipulasi jumlah warga belajar sehingga anggaran BOP yang diterima melebihi jumlah WB yang menerimanya.

Tak hanya itu ia juga diduga telah memanipulasi jumlah ruang kelas sebanyak 27 ruang, staf guru 28, serta perpustakaan sebanyak 3 unit.

Berdasarkan penelusuran pewarta jumlah WB di PKBM harapan pertiwi secara keseleruhan yang mengikuti program paket B hingga C di data pokok pendidikan (dapodik) 2021/2022 berjumlah 108 siswa yang terbagi di 6 rombongan belajar.

Namun kejanggalan mulai terbesit saat pewarta mengkonfirmasi tentang jumlah ruang kelas, perpustakaan serta jumlah guru yang mengajar di pkbm tersebut Karna tidak sesuai dengan apa yang dicantumkan dalam dapodik.

“Tidak semua dilaksanakan di PKBM melainkan meminjam ruang kelas beberapa sekolah terdekat seperti SDN 4 nisam, SMKN 1 Nisam dan SMAN 2 Nisam,dan kami juga ada MOU sama mereka dikarenakan Gedung PKBM hanya ada 2 ruangan”, ungkap syahril pada pewarta,(9/03/2022).

Lanjut, ”kalo untuk jumlah guru sebenarnya lebih dari 40 kadang memakai jasa guru dari sekolah formal,dan perpustakaan kami juga mempunyai buku”.

Tak jelas apa maksudnya, namun ia tidak bisa menjelaskan 3 unit perpustakaan tersebut dan cenderung mengalihkan pembicaraan.

Menyikapi hal ini pewarta mengkonfirmasi ismail kepala sekolah Sekolah menengah kejuruan negeri 1 Nisam.

Ia mengaku tidak ada kegiatan pemberdayaan, lembaga, atau instansi yang meminjam ruangan kelas selama ia menjabat, ia juga mengakui bahwa kepsek PKBM tersebut merupakan guru di sekolahnya.

“Seingat saya selama 2 tahun menjabat tidak ada lembaga pemberdayaan masyarakat maupun pendidikan yang pinjam ruang kelas, kalo pak Kepsek pkbm itu guru disekolah kami”, ungkap Ismail via telepon, (11/03/2022)

Lanjut, ”kalo soal MOU,kami Cuma ada kerja sama bahan baku pembuatan Bakso seperti lele, itu kami ambil sama dia, namun untuk ruangan setau saya belum ada perjanjian apapun”, paparnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ibrahim Kepsek SMA 2 Nisam, ”tidak ada yang pinjam ruang kelas kami untuk kegiatan belajar mengajar mereka selama ini, tapi seandainya mereka ingin pinjam kita berikan namun belum ada”, ungkapnya. (Tri)

Pos terkait